ftvjember.com, BONDOWOSO – Kisah Danil Abdul Azis, penjual cilok keliling asal Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, menjadi perbincangan di media sosial. Meski diketahui tinggal di rumah mewah, Danil tetap memilih berjualan cilok demi mencari nafkah secara mandiri.

Rumah megah dengan pilar-pilar tinggi yang ditempatinya menarik perhatian warga dan warganet. Tak sedikit yang menjulukinya sebagai “CEO yang menyamar”. Namun, Danil menegaskan dirinya hanyalah pedagang cilok yang ingin membangun usaha dari hasil kerja keras sendiri.

Menurut Danil, keputusan berjualan didasari keinginannya memiliki usaha sendiri sekaligus membuka peluang kerja bagi orang lain di masa depan.

“Motivasi saya berjualan cilok karena ingin memiliki usaha sendiri. Prinsip saya, hidup saya adalah seratus persen tanggung jawab saya. Siapa tahu dari usaha ini nanti saya bisa memiliki banyak gerobak dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Danil.

Ia mengaku sempat merasa malu saat mulai berjualan. Bahkan, keluarga istrinya pernah menolak keputusannya karena merasa kasihan melihat dirinya berjualan cilok.

“Awalnya memang ada rasa malu. Mertua juga sempat menolak karena merasa kasihan kalau saya berjualan cilok. Tetapi saya berpikir, kalau hanya malu saya tidak akan mendapatkan apa-apa,” katanya.

Menanggapi julukan “CEO yang menyamar”, Danil memilih merespons dengan rendah hati.

“Saya bukan CEO yang menyamar. Saya hanya pedagang pentol yang ingin mencari nafkah dengan cara yang halal,” ucapnya.

Kini kisah Danil viral di media sosial dan mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Banyak warganet menilai semangat kerja dan sikap rendah hati Danil layak menjadi inspirasi, bahwa kondisi ekonomi yang mapan bukan alasan untuk berhenti bekerja.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *