FTVJEMBER.COM, Jember – Sejumlah santri Pondok Pesantren Nurul Islam (PP Nuris) Jember memberanikan diri menjadi pendonor darah untuk pertama kalinya. Aksi kemanusiaan yang digelar bersama Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember itu berhasil mengumpulkan 36 kantong darah.
Donor darah digelar di Aula SMK Nuris, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Kamis (10/9/2026). Pesertanya melibatkan pengurus yayasan, guru, siswa hingga para santri.
Salah satu pendonor pemula, Fifi, santri MA Nuris Jember, mengaku sempat tegang sebelum mengikuti proses donor. Namun, rasa takut itu hilang setelah dirinya mencoba.
“Awalnya merasa takut, tetapi setelah mencoba ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Saya senang bisa ikut membantu orang lain,” kata Fifi.
Ketua PMI Jember Zainollah mengatakan, donor darah di lingkungan pesantren menjadi langkah penting untuk mengenalkan aksi kemanusiaan kepada generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan santri sebagai pendonor pemula diharapkan dapat membentuk kepedulian sosial sekaligus menambah stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan donor darah di lingkungan pondok pesantren ini merupakan upaya membangun kesadaran generasi muda agar peduli terhadap kemanusiaan,” ujar Zainollah.
Sementara itu, Majelis Pengasuh sekaligus Kepala SMP Nuris Jember, Gus Rahmatulloh Rijal, menyebut donor darah menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.
Ia menilai santri tidak cukup hanya memiliki bekal agama dan akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial.
“Donor darah mengajarkan kepada santri bahwa membantu sesama bisa dilakukan dengan berbagai cara. Setetes darah yang diberikan sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan,” tuturnya.
PMI Jember berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar di lingkungan pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya. Dari aksi donor darah tersebut, para santri tidak hanya belajar tentang kepedulian, tetapi juga berani memulai menjadi pendonor sejak usia muda.
Reporter : Suyono
