FTVJEMBER.COM, JEMBER – Mantan pengemudi ojek online wanita asal Jember yang kini tinggal di Amerika Serikat menunjukkan kepeduliannya kepada sesama dengan membagikan 200 paket bantuan sembako, Kamis (10/9/2026).
Aksi sosial bertajuk Berbagi Itu Indah tersebut berlangsung di kawasan Alun-Alun Jember Nusantara dan diikuti ratusan pengemudi ojek online.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, sembako, hingga menu makan siang. Penerimanya terdiri dari pengemudi ojol berusia 60 tahun ke atas, ojek pangkalan dari kalangan lansia, serta sejumlah janda yang merupakan istri dari mitra pengemudi yang telah meninggal dunia.
Bantuan tersebut berasal dari Indah Margaretha Prayusti, mantan pengemudi ojek online yang kini menjalani aktivitas di Amerika Serikat. Penyalurannya turut difasilitasi Forum Komunikasi Jember Ojol Bersatu (FKJOB).
Suami Indah sekaligus donatur, Imam Rahayu, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi para pengemudi ojol yang menghadapi sepinya orderan dan tekanan ekonomi.
“Kami sekadar berbagi. Kami mendengar keluh kesah teman-teman ojol yang orderannya sepi dan kondisi perekonomiannya serba minim. Karena itu, kami tergugah untuk membantu,” ujar Imam.
Ia berharap kondisi perekonomian para pengemudi ojol dapat kembali membaik. Ia juga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat membantu meningkatkan jumlah orderan agar penghasilan para pengemudi kembali lancar seperti sebelumnya.
Salah satu penerima bantuan, Eko Hariadi, mengapresiasi kepedulian tersebut. Menurutnya, bantuan sembako cukup membantu meringankan kebutuhan ekonomi para pengemudi ojol di Jember.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan sosial ini kami sebagai driver ojol sangat terbantu dalam perekonomian,” kata Eko.
Eko menyebut penghasilan pengemudi ojol saat ini mengalami penurunan. Di sisi lain, biaya operasional seperti bahan bakar juga menjadi beban tersendiri.
Ia mencontohkan harga Pertamax yang harus dibeli untuk menunjang aktivitasnya mencapai sekitar Rp16 ribu per liter. Sebelumnya, ia bisa mendapatkan bahan bakar dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter.
Menurut Eko, selisih harga tersebut cukup terasa bagi pengemudi ojol yang pendapatannya bergantung pada jumlah orderan setiap hari.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
