FTVJEMBER.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar rapat koordinasi bersama berbagai elemen pariwisata guna mematangkan pelaksanaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Rapat ini difokuskan pada upaya memperluas peluang bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata agar dampak ekonomi JFC dapat dirasakan lebih merata.
Berbagai masukan dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari sistem tiket perjalanan wisata hingga optimalisasi promosi produk UMKM lokal. Pemkab Jember juga membuka kembali jalur pembelian tiket secara offline bagi agen perjalanan lokal agar lebih mudah mengakses layanan selama pelaksanaan JFC.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan JFC memiliki dampak ekonomi yang besar sehingga seluruh pelaku usaha harus dilibatkan.
> “JFC memiliki efek berganda yang luar biasa bagi UMKM, perhotelan, restoran, dan sektor lainnya. Kami ingin semuanya bergerak bersama. Produk-produk lokal akan kami promosikan agar wisatawan memiliki banyak pilihan sebelum datang ke Jember. Promosi dan kesiapan pelaku lokal menjadi kunci agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali,” ujar Bobby Arie Sandy.
Selain memperkuat promosi, Pemkab Jember juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, media, dan seluruh stakeholder pariwisata agar potensi lokal semakin dikenal luas. Berbagai produk unggulan daerah, seperti cerutu, edamame, okra, kopi, cokelat, hingga tembakau, akan menjadi bagian dari promosi JFC 2026.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Jember berharap JFC tidak hanya menjadi ajang parade fesyen bertaraf internasional, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
