FTVJEMBER.COM, JEMBER – Musim kemarau mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Ratusan petak sawah mengalami kekeringan sehingga petani terpaksa memanen padi lebih awal untuk menekan kerugian.
Kekeringan terjadi di sejumlah lahan pertanian di Desa Sumberpinang dan Desa Kertosari. Minimnya pasokan air irigasi membuat banyak tanaman padi mengering dan tidak berbulir. Kondisi tersebut diperparah serangan hama tikus dan burung sehingga hasil panen merosot drastis, dari sekitar enam kuintal menjadi hanya sekitar tiga kuintal per hektare.
Salah seorang petani, Asmat, mengaku kekeringan yang terjadi tahun ini membuat hasil panen jauh berkurang. Selain kesulitan mendapatkan air, tanaman padi juga banyak rusak akibat serangan hama.
“Di sini sulit air. Hasil tanaman padi jadi sedikit. Banyak juga yang dimakan burung dan tikus, sehingga hasil padinya tidak bisa banyak. Kami rugi,” kata Asmat.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait meminta camat, kepala desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memetakan wilayah yang mengalami krisis air. Menurutnya, pemerintah tidak ingin persoalan kekeringan terus berulang setiap musim kemarau.
“Untuk wilayah Pakusari, saya sudah meminta camat, kepala desa, dan OPD terkait memetakan persoalan air. Jangka pendeknya memang sudah kami bantu dengan distribusi air bersih, tetapi saya tidak ingin setiap musim kemarau masyarakat terus mengalami kesulitan air. Karena itu, kami ingin menyiapkan solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang agar persoalan ini bisa diatasi melalui intervensi Pemerintah Kabupaten Jember,” ujar Fawait.
Pemkab Jember berharap hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan program penanganan yang berkelanjutan sehingga persoalan kekeringan irigasi maupun krisis air bersih di Kecamatan Pakusari dapat diatasi secara permanen.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
