REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Menyikapi kelangkaan LPG 3 kilogram dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kabupaten Jember menggencarkan operasi pasar gas subsidi di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan LPG dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), sekaligus menekan lonjakan harga di tingkat pengecer.
Operasi pasar murah ini digelar secara bergilir di 31 kecamatan. Salah satunya berlangsung di Kantor Kecamatan Sukorambi, Kamis (23/4/2026).
Bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga, Pemkab Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan menyediakan sekitar 300 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi di setiap titik. Gas tersebut dijual dengan harga Rp18 ribu per tabung.
Dalam pelaksanaannya, setiap kepala keluarga hanya diperbolehkan membeli satu tabung LPG guna memastikan pemerataan distribusi.
Pemkab Jember menilai kelangkaan LPG 3 kilogram bukan disebabkan minimnya stok, melainkan penggunaan yang tidak tepat sasaran. Di lapangan, masih ditemukan pelaku usaha non-mikro yang menggunakan LPG subsidi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan pihaknya menemukan penggunaan LPG subsidi oleh sejumlah usaha seperti laundry, kafe, hingga hotel.
“Kami melihat penyebab kelangkaan ini karena penggunaan LPG tidak sesuai peruntukannya. Saat kami turun ke lapangan, kami menemukan laundry menggunakan LPG 3 kilogram untuk pengering, kemudian kafe dan bahkan hotel juga menggunakannya. Hal ini yang membuat LPG subsidi menjadi langka karena tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga, Ika Purwantini, mengaku operasi pasar ini sangat membantu, terutama saat harga di pasaran naik dan barang sulit didapat.
“Alhamdulillah ini sangat membantu masyarakat. Biasanya harga di luar bisa Rp23 ribu sampai Rp25 ribu, sedangkan di sini Rp18 ribu. Kadang memang sempat langka, apalagi saat Lebaran, sampai harus berkeliling mencari. Sekarang lebih mudah, adanya operasi pasar seperti ini sangat membantu,” katanya.
Operasi pasar LPG murah ini rencananya akan terus digelar secara bergilir hingga 4 Mei 2026.
Pemkab Jember juga mengimbau pelaku usaha menengah dan besar untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi agar ketersediaan bagi masyarakat tetap terjaga.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
