FTVJEMBER.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis melalui program UHC Prioritas.

Hingga Kamis, tercatat 29 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Sebanyak 12 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo dengan keluhan mual, muntah, diare, dan demam.

Anggota Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan diagnosis sementara para pasien adalah gastroenteritis atau muntaber. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

> “Diagnosis sementara adalah muntaber. Penyebab pastinya masih ditelusuri oleh tim kesehatan. Seluruh biaya pengobatan gratis melalui program UHC Prioritas sesuai arahan Bupati. Kami juga meminta puskesmas melakukan skrining kepada keluarga yang ikut mengonsumsi makanan tersebut, dan pasien belum boleh dipulangkan sebelum benar-benar sembuh,” jelasnya.

Salah seorang wali murid sekaligus korban, Siti Munawarah, mengaku mulai mengalami mual dan diare sekitar dua jam setelah menyantap menu MBG. Kondisinya kemudian memburuk hingga mengalami demam dan menggigil.

> “Setelah sarapan sekitar jam tujuh, sekitar jam sembilan saya mulai mual dan diare. Siang harinya badan menggigil dan demam. Menunya telur puyuh, tempe, sawi, jagung, dan anggur. Saya sempat mencium bau yang tidak biasa pada telur puyuhnya. Sebelumnya tidak pernah mengalami seperti ini,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jember bersama tim kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Sementara itu, kondisi para korban terus dipantau hingga dinyatakan pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *