FTVJEMBER.COM, JEMBER – Perum Bulog Cabang Jember memastikan stok beras pemerintah tetap aman meski serapan gabah petani menurun akibat musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.
Sejak awal Juli 2026, volume serapan gabah yang sebelumnya mencapai 500 hingga 600 ton per hari turun menjadi sekitar 50 sampai 200 ton per hari. Penurunan tersebut dipicu berkurangnya hasil panen akibat cuaca kering.
Meski demikian, Bulog Jember memastikan kondisi itu tidak memengaruhi cadangan beras pemerintah. Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 145 ribu ton yang berasal dari hasil serapan gabah pada musim panen sebelumnya.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan Bulog tetap menjalankan program penyerapan gabah hingga akhir tahun sesuai penugasan pemerintah.
> “Bulog tetap memiliki program penyerapan gabah sampai akhir tahun. Memang pada bulan-bulan seperti sekarang terjadi penurunan. Jika sebelumnya kami bisa menyerap 500 sampai 600 ton per hari, sejak awal Juli hanya sekitar 50 sampai 200 ton per hari. Namun stok beras yang ada saat ini mencapai 145 ribu ton dan seluruhnya merupakan hasil serapan gabah yang diolah menjadi beras,” jelasnya.
Cadangan beras tersebut disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung penyaluran bantuan pangan pemerintah. Hingga kini Bulog masih menunggu penetapan jumlah penerima manfaat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September 2026.
Dengan stok yang tersedia, Bulog memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras meski produksi gabah petani menurun.
Reporter: Suyono
