FTVJEMBER.COM, Jember – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember pada 2026 disebut berkurang sekitar 19 ribu jiwa. Penurunan tersebut turut mengubah posisi Jember dalam jumlah penduduk miskin secara absolut di Jawa Timur, dari peringkat kedua menjadi ketiga.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan hal tersebut setelah menerima potret indikator pembangunan Kabupaten Jember 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (20/10/2026).
Menurut Fawait, penurunan angka kemiskinan menjadi indikasi bahwa berbagai program pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil. Pemkab Jember juga berdiskusi dengan BPS mengenai upaya pengentasan kemiskinan hingga akhir 2026 serta rencana program untuk 2027.
“Selama bertahun-tahun, kemiskinan kita selalu nomor dua secara absolut di Provinsi Jawa Timur. Hari ini sudah ada perbaikan. Kita tidak nomor dua lagi, tetapi sudah nomor tiga, dengan penurunan kemiskinan yang cukup signifikan di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Sejumlah program Pemkab Jember, di antaranya Universal Health Coverage (UHC), beasiswa pendidikan tinggi, dan Bunga Desaku, disebut menjadi bagian dari upaya menekan angka kemiskinan. Selain itu, program pemerintah pusat, termasuk bantuan pangan, turut dinilai membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Kepala BPS Jember Peni Dwi Wahyu Winarsi menjelaskan bahwa penurunan angka kemiskinan tersebut turut dikaitkan dengan berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah. Data yang dihimpun BPS pada Maret 2026 menjadi gambaran kondisi kemiskinan pada periode tersebut.
“Alhamdulillah, karena ini juga terdampak dari seluruh program dari Pemerintah Kabupaten Jember yang kita cover di bulan Maret 2026,” ujarnya.
Peni menjelaskan, penghitungan angka kemiskinan tingkat kabupaten dilakukan satu kali dalam setahun melalui survei dengan sampel tertentu. Proses tersebut membutuhkan sumber daya dan biaya yang tidak sedikit sehingga penghitungan tidak dilakukan setiap bulan.
“Penghitungan angka kemiskinan level kabupaten itu setiap tahun hanya sekali, karena menghitung kemiskinan itu tidak mudah karena sampel, jadi cukup banyak uang yang akan diserap, sehingga cukup sekali saja di bulan Maret,” jelasnya.
BPS dijadwalkan kembali melakukan penghitungan pada Maret 2027 untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kondisi kemiskinan di Jember.
Penurunan angka kemiskinan ini diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan program yang tepat sasaran sekaligus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
