FTVJEMBER.COM, Jember – Perum Bulog mencatat pengadaan gabah setara beras secara nasional mencapai 4 juta ton pada 2026. Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pengadaan Bulog.

Kabupaten Jember turut berkontribusi melalui penyerapan gabah petani yang mencapai 193 ribu ton hingga awal Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan 98 ribu ton beras, dengan rendemen rata-rata 55,6 persen.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Dinas Pertanian, serta Kodim 0824 Jember.

Menurutnya, proses penyerapan dilakukan melalui Tim Jemput Pangan yang melibatkan personel Babinsa, tim Bulog, dan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL). Mereka mendampingi petani agar hasil panen dapat terserap dengan baik.

“Sejak awal tahun, kami terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pertanian, serta Kodim 0824 Jember. Tim Jemput Pangan mendampingi petani untuk menyerap gabah hasil produksi mereka,” ujar Ade.

Ia menegaskan, Bulog akan terus melakukan penyerapan selama harga gabah masih sesuai ketentuan dan dapat diterima petani. Pembelian gabah tersebut juga mengacu pada instruksi pemerintah, dengan harga Rp6.500 per kilogram.

“Tujuan kami adalah menyejahterakan petani. Setiap hasil kerja keras petani harus kita hargai. Karena itu, hasil panen mereka harus dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai instruksi pemerintah,” jelasnya.

Ade menambahkan, capaian pengadaan gabah Bulog secara nasional yang mencapai 4 juta ton menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Selain melanjutkan penyerapan pada tahun ini, Bulog juga tengah membahas rencana pengadaan gabah pada 2027. Namun, target tersebut masih berupa wacana dan belum menjadi keputusan final.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas, untuk 2027 masih diwacanakan penyerapan gabah sekitar 4 juta ton secara nasional,” tambah Ade.

Bulog Jember berharap penyerapan gabah dapat terus berjalan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan nasional.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *