FTVJEMBER.COM, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan penempatan 1.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke luar negeri sepanjang 2026. Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Jember bersinergi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui sosialisasi dan penyiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan negara tujuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Muhammad Zamroni, mengatakan target tersebut merupakan harapan Bupati Jember Muhammad Fawait setelah melakukan kunjungan ke Kamboja beberapa waktu lalu.

Zamroni menyebut, hingga saat ini jumlah calon pekerja migran yang telah diberangkatkan masih sekitar 76 orang. Karena itu, diperlukan percepatan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat.

“Harapan Bupati Jember, pada 2026 bisa memberangkatkan 1.000 CPMI untuk bekerja ke luar negeri. Saat ini masih berkisar 76 orang, sehingga kami berharap penempatan ini bisa dipercepat,” ujar Zamroni.

Upaya percepatan tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi program SMK Go Global yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (8/10/2026).

Meski bernama SMK Go Global, program ini tidak hanya menyasar lulusan sekolah menengah kejuruan, tetapi juga terbuka bagi lulusan sekolah lain, baik negeri maupun swasta, serta masyarakat umum yang ingin bekerja di luar negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja KP2MI, Sri Andayani, menjelaskan bahwa program ini memprioritaskan penempatan tenaga kerja terampil dan profesional pada sektor-sektor yang membutuhkan kompetensi khusus.

Sektor prioritas tersebut meliputi kesehatan, manufaktur, perhotelan dan jasa hospitality, pertanian, konstruksi, serta layanan lainnya.

Adapun negara tujuan yang menjadi prioritas mencakup Maladewa, Singapura, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, sejumlah negara Eropa, hingga kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

“Program ini ditujukan untuk penempatan tenaga kerja pada pengguna berbadan hukum, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan profesional,” jelas Sri Andayani.

Melalui program tersebut, Pemkab Jember berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri dengan kompetensi yang sesuai, prosedur yang benar, serta perlindungan yang memadai.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Siyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *