FTVJEMBER.COM, Jember – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Jember terus meningkat. Hingga pekan ketiga September 2026, jumlah kasus yang tercatat telah menembus lebih dari 800 kasus.

Peningkatan kasus tersebut turut berdampak pada kunjungan pasien di sejumlah fasilitas kesehatan. Di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember, sejumlah pasien bahkan harus menunggu di instalasi gawat darurat (IGD) sebelum mendapatkan ruang perawatan inap.

Dokter Spesialis Paru RSD dr. Soebandi Jember, dr. Wahyu Agung Purnomo, mengatakan kelompok yang paling rentan mengalami gangguan pernapasan akibat ISPA adalah anak balita dan lansia.

Selain itu, pasien yang memiliki riwayat asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) juga berisiko mengalami kekambuhan ketika terserang infeksi.

“Yang paling banyak terserang adalah pasien dengan faktor risiko, terutama anak balita, kemudian lansia, orang yang sebelumnya sudah memiliki riwayat sakit asma atau sesak, serta pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis yang juga mengalami gejala-gejala kekambuhan,” ujar Wahyu.

Meski kasus meningkat, Wahyu mengimbau masyarakat tidak panik. Menurutnya, infeksi virus pada umumnya dapat sembuh dengan sistem kekebalan tubuh, namun upaya mencegah penularan tetap penting dilakukan.

“Untuk menghadapi infeksi ini tidak perlu panik. Yang paling penting, infeksi virus ini sifatnya self-limiting disease, artinya bisa sembuh dengan kekebalan tubuh kita sendiri,” jelasnya.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk, demam, pilek, dan nyeri kepala hebat. Penggunaan masker serta kebiasaan mencuci tangan dengan benar juga perlu diperhatikan.

“Jangan lupa pakai masker dan cuci tangan yang benar. Terutama anak-anak usia sekolah dan balita, kebiasaan tersebut juga harus kita ajarkan,” pungkas Wahyu.

Dengan meningkatnya kasus ISPA, masyarakat diimbau tetap waspada dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *