FTVJEMBER.COM, Jember – Kemarau panjang membuat puluhan hektare lahan pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan tanaman hortikultura, seperti mentimun dan cabai rawit, rusak hingga gagal panen.
Salah satu lahan yang terdampak berada di Kecamatan Patrang. Tanaman mentimun yang sebelumnya diharapkan segera dipanen kini mengering dan mati akibat kekurangan pasokan air.
Petani mentimun, Mastum Tri Handoko, mengatakan tanaman miliknya rusak karena sumber air dan saluran menuju lahan mulai mengering.
«“Kondisi timun sekarang rusak karena kekurangan air. Otomatis timunnya mati semua. Saya sudah mulai menanam, tetapi saluran ke sungai akhirnya habis, tidak ada airnya. Akhirnya tanaman rusak dan gagal panen,” ujar Mastum.»
Menurutnya, biaya untuk menanam mentimun mencapai sekitar Rp40 juta per hektare. Akibat gagal panen, petani harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Kekeringan juga berdampak pada tanaman cabai dan sejumlah komoditas hortikultura lainnya di wilayah Jember utara. Hampir sepuluh hektare tanaman cabai dilaporkan mengalami kerusakan akibat terbatasnya pasokan air.
Ketua Forum Komunikasi Petani Jember, Jumantoro, mengatakan cuaca ekstrem dan kemarau panjang membuat banyak tanaman hortikultura mengalami penurunan produktivitas.
«“Dampak cuaca ekstrem ini banyak tanaman horti, baik timun, cabai, maupun tanaman sayur-mayur lainnya seperti kacang panjang di Jember utara mengalami kekeringan. Banyak tanaman yang masih berusia muda akhirnya kekurangan air,” kata Jumantoro.»
Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan produktivitas tanaman menurun, bahkan sebagian tanaman mengering dan tidak dapat dipanen secara maksimal.
Petani berharap pemerintah turun tangan mengatasi persoalan ketersediaan air selama musim kemarau. Mereka juga meminta adanya perlindungan atau asuransi pertanian untuk mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen.
Reporter: Suyono
